Masalah tulang belakang, seperti tak habis-habisnya. Baru saja kita membahas mengenai nyeri nyeri sendi sacroiliac, herniasi diskus intrevertebra, dan spinal stenosis sudah ada lagi whiplash, yang tentunya masih terdengar janggal di telinga kita sebagai orang awam.

Whiplash merupakan cidera pada tulang leher yang diakibatkan gerakan berlebih pada leher, dari arah depan ke belakang atau sebaliknya. Kondisi ini paling sering disebabkan pada kasus kecelakaan di jalan raya, baik mobil atau motor. Tapi dapat juga terjadi saat seseorang melakukan aktivitas olahraga dengan kontak fisik seperti sepakbola, volley, balap motor, dan lain-lain. Tapi beberapa kegiatan seperti bungee jumping, penggunaan rolercoaster juga dapat mengakibatkan cidera whiplash ini.

Tanda dan gejala whiplash meliputi nyeri pada leher, kekakuan leher dan juga sakit kepala. Pada beberapa orang, whiplash dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan, namun sebagian lagi memerlukan pengobatan atau terapi fisik. Kebanyakan orang di Indonesia, juga menyebut whiplash sebagai keseleo leher.

Tanda dan gejala keseleo leher mungkin hadir paska 24 jam setelah cidera terjadi. Selain nyeri leher, leher pasien akan menjadi sulit untuk digerakan. Keterbatasan gerakan leher, pembengkakakn di daerah bahu, punggung bagian atas dan juga lengan. Pada beberapa orang dapat mengalami penglihatan yang kabur, kuping yang berdenging, gangguan tidur, sulit berkonsentrasi , depresi hingga kehilangan daya ingat.

Dokter mungkin akan menanyakan beberapa keluhan yang Anda alami, hal ini ditujukan untuk menentukan diagnosis, dan mengetahui tingkat keparahan cidera yang dialami. Selama pemeriksaan dilakukan dokter mungkin melihat leher Anda, memutar kepala anda pada beberapa gerakan, depan, samping, kiri dan kanan. Hal ini untuk mengevaluasi rentang gerak leher dan bahu, tingkat gerakan yang menyebabkan rasa sakit, reflex, dan kekuatan otot.

Dokter selanjutnya menyarankan pasien untuk melakukan test pencitraan untuk membantu mengetahui kondisi sekitar leher pasien, seperti mengetahui lokasi arthritis, fraktur atau kemungkinan terjadinya dislokasi. Beberapa pemeriksaan imaging yang mungkin disarankan dokter, meliputi;

  • Computerized tomography (CT). Ini merupakan teknologi yang memanfaatkan sinar x, untuk memberikan gambaran kondisi tulang belakang dari segala arah, sehingga kerusakan atau trauma tulang dapat diketahui.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan teknologi pencitraan yang memanfaatkan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambaran 3 dimensi yang terperinci. Selain mampu mengetahui cidera tulang, alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi cidera jaringan lunak seperti diskus intravertebralis, ligament dan juga sumsum tulang.

Terapi

Ada beberapa modalitas terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi leher keseleo. Pengobatan umumnya ditujukan untuk mengatasi rasa sakit, mengembalikan rentang gerak leher Anda. Terapi yang dilakukan juga sangat bervariasi, bergantung dari tingkat keparahan cidera yang diketahui melalui diagnosis. Pada kondisi yang ringan Anda mungkin hanya akan diberikan obat penghilang nyeri atau melakukan rehabilitasi terapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here