Terdapat beberapa faktor risiko, scoliosis diantaranya; usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Tanda dan gejala scoliosis umumnya hadir pada usia pertumbuhan sebelum pubertas. Meski laki-laki dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk terjadi scoliosis, wanita memiliki risiko keparahan penyakit yang lebih tinggi sehingga cenderung membutuhkan perawatan maksimal jika ditemukan pada usia dini dengan gejala yang ringan. Disisi lain, mereka dengan keluarga yang memiki riwayat scoliosis akan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit ini.

Selain komplikasi berupa gangguan fungsi organ, scoliosis juga dapat mengganggu penampilan seseorang, hal ini yang mungkin akan lebih dikeluhkan perempuan dibanding laki-laki, terutama saat usia mereka beranjak dewasa. Bisa dipastikan akan terjadi penurunkan kepercayaan diri seseorang, sehingga menjadi pertimbangan tenaga medis.

Diagnosis

Selain mengetahui riwayat kesehatann pasien, dokter mungkin akan menanyakan perkembangan pertubuhan pasien. Pada pemeriksaan fisik dokter akan meminta anak anda untuk berdiri dan membungkukan badan dengan posisi kedua lengan ke bawah (mengantung) untuk mengetahui apakah terjadi masalah pada tulang rusuknya. Beberapa pemeriksaan neurologis yang dilakukan dokter meliputi pemeriksaan kelemahan otot, mati rasa/ baal, reflex yang tidak normal serta pemeriksaan radiologis.

Terapi

Brace/ peyangga tubuh, dapat digunakan untuk memperbaiki bentuk tubuh penderita scoliosis, dan mencegah kemungkinan perburukan. Hanya saja seringkali anak menolak pemaikan penyangga tubuh ini, karena alesan kenyamanan.

Brace umumnya terbuat dari plastik dan dibuat sesuai dengan kontur tubuh penderita. Brace akan terus disesuaikan ukurannya menyesuaikan pertumbuhan tulang belakang pasien. Dokter mungkin secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi tulang belakang anak Anda setiap 4-6 bulan sekali.

Pembedahan juga dapat dilakukan terutama pada kondisi scoliosis yang berat. Pembedahan dilakukan untuk menghubungkan dua atau lebih ruas tulang belakang sehingga tulang-tulang ini tidak dapat bergerak sendiri-sendiri, dalam dunia kedokteran teknik ini dikenal sebagai spinal fusion. Batang besi khusus digunakan pada teknik ini, dan ditempatkan untuk menyangga ruas-ruas tulang belakang pasien, dalam sebuah kesatuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here