Ada banyak praktisi medis yang dapat mengatasi masalah nyeri dan kesehatan tulang belakang. Seperti dokter pelayanan primer, dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis anastesi dan dokter spesilais rehabilitasi medik. Pemilihan dokter dalam mengatasi nyeri atau masalah tulang belakang tersebut nantinya bergantung dari gejala dan kondisi pasien.

Dalam sistim pelayanan kesehatan di Indonesia, pasien dengan nyeri dan masalah tulang belakang pertama kali akan bertemu dengan dokter umum atau dokter pelayanan primer. Dokter tersebut akan diagnosis dan memberikan terapi mencakup pemberiaan obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri atau mengurangi inflamasi/ pembengkakan yang dialami pasien. Dokter juga dapat memberikan beberapa latihan fisik pada pasien untuk mengembalikan fungsi gerak pasien kembali normal. Tidak menutup kemungkinan baik dokter umum atau dokter layanan primer meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan diagnostik seperti USG atau MRI untuk mengetahui penyebab pasti masalah nyeri dan masalah tulang belakang yang dialami pasien.

Dalam kondisi tertentu, saat lini pertama pengobatan untuk masalah nyeri dan tulang belakang sudah tidak bisa mengatasi masalah atau gejala yang dialami pasien, terapi yang lebih agresif seperti pembedahan mungkin perlu dilakukan demikian halnya dengan terapi intervensi dan minimally invasive surgery.

Pada masalah nyeri terkait tulang belakang, pembedahan umumnya dilakukan oleh dokter orthopaedi dan tim, pembedahan yang dilakukan lebih mengarah pada operasi bedah terbuka. Lain halnya jika dilakukan oleh dokter bedah saraf, seperti dalam kasus saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP). Dokter bedah saraf cenderung menganjurkan tindakan bedah minimally invasive, atau terapi intervensi nyeri untuk mengatasi masalah nyeri dan tulang belakang.

Percutaneous endoscopy lumbar disectomy (PELD) dan percutaneous laser disc decompression (PLDD) merupakan teknologi minimally invasive yang dilakukan dokter untuk mengatasi masalah saraf terjepit karena herniasi bantalan sendi tulang belakang. Teknik yang dilakukan dokter bedah saraf cenderung memiliki keuntungan lebih dibandingkan teknik operasi konvensional. Diantaranya, luka sayatan yang sangat kecil hanya 7 mm, tanpa memerlukan rawat inap, dan pemulihan paska operasi yang cepat. Teknik minimally invasive juga menurunkan risiko terjadinya kelumpuhan pada pasien. Dokter bedah saraf memang dididik selama kurang lebih 5 tahun untuk mengatasi masalah tulang belakang, saraf, sumsum tulang, gangguan otak perdarahan intra spinal dan intra kranial.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi selanjutnya berperan dalam pemulihan kondisi pasien hingga mendekati normal. Dokter spesilasi kedokteran fisik dan rehabilitasi akan melihat riwayat kesehatan sebelumnya, memperbaiki gerakan, postur dan kekuatan otot pasien. Terapi rehabilitasi umumnya dilakukan tahap demi tahap. Dokter juga akan mencatat perkembangan pasien dari sebelum tindakan operasi dilakukan paska tindakan operasi. Hingga pasien dapat mencapai kondisi normal atau kondisi yang paling mendekati normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here