Discogenic pain atau nyeri discogenik merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius dan banyak dijumpai di masyarakat. Sebanyak 26-42% pasien dengan nyeri pinggang bagian bawah disebabkan kondisi ini. Dikatakan oleh Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Onta Merah – Jakarta, rasa sakit pada tulang belakang dapat dikaitkan dengan berbagai faktor diantaranya rasa sakit askibat cidera otot, tulang atau sendi tulang belakang. Degenarasi diskus intravertebralis juga dapat melepaskan molekul nociceptive dan faktor pertumbuhan yang selanjutnya menyebabkan penekanan saraf tulang belakang.

Nyeri discogenik merupakan nyeri yang timbul karena stimulasi aferen nyeri pada anulus fibrosus, kondisi ini berbeda dengan nyeri yang disebabkan oleh herniasi diskus interverterbralis. Secara anatomis diskus intervertebralis yang merupakan sendi utama diantara ruas-ruas tulang belakang terdiri dari 3 bagian utama, yaitu;

  1. Nucleus pulposus, merupakan bagian inti berbentuk seperti agar-agar.
  2. Anulus fibrosis, merupakan cincin terluar jaringan fibrosa yang tugasnya membungkus nucleus pulposus.
  3. Dua lapisan tulang rawan hialin. Lapisan tulang rawan hialin pada diskus intervertebralis, berfungsi menghubungkan Antara diskus dan ruas tulang belakang dan melindungi annulus fibrosus maupun nucleus pulposus.

Nyeri diskogenik dikaitkan dengan perubahan pada diskus intervertebralis karena penuaan atau trauma. Umumnya bantalan sendi tulang belakang yang normal dikelilingi saraf-saraf dibagian luarnya saja. Akibat faktor penuaan atau trauma, saraf-saraf yang seharusnya berada diluar lamella, menembus ke bagian dalam diskus hingga masuk sepertiga anulus dan nucleus. Saraf-saraf ini selain memproduksi sitokin pro inflamsi di dalam bantalan sendi, juga mengirimkan sinyal-sinyal dari diskus intervertebralis ke otak, termasuk nyeri.

Gejala nyeri discogenik yang muncul pada pasien bisa berbeda-beda. Nyeri terkadang muncul  sebagai nyeri pinggang, terkadang pasien juga merasakan nyeri pada pantat hingga betis. Dapat hadir pada satu kaki saja atau kedua kaki. Keluhan lain yang mungkin hadir pada pasien seperti tidak bisa duduk dalam jangka waktu lama.

Pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat membatun dokter menegakan diagnosis nyeri discogenik, terutama dari struktur diskus intervertebral.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here